Sabtu, 17 November 2012

REVIEW : ANTHROPOLOGY AND ARCHAEOLOGY A CHANGING RELATIONSHIP (BAB 1)


PENGANTAR ANTROPOLOGI
TUGAS REVIEW
REVIEW BUKU :
ANTHROPOLOGY AND ARCHAEOLOGY
A CHANGING RELATIONSHIP – CHRIS GOSDEN
                                                                       BAB 1 :
ANTHROPOLOGICAL ARCHAEOLOGY AND ARCHAEOLOGICAL
ANTHROPOLOGY 





OLEH :
                                    NAMA            : NURUL ADLIYAH PURNAMASARI
                                    NIM                : F61112003

JURUSAN ARKEOLOGI
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR
2012



REVIEW BUKU
Judul Buku      : Anthropology and Archaeology a Changing Relationship-BAB I
Pengarang       : Chris Gosden
Tahun Terbit    : 1999
Penerbit           :  Routlegde
A.    Ide-Ide Pokok
Anthropology and Archaeology a Changing Relationship ialah sebuah buku karya Chris Gosden, yang di terbitkan oleh penerbit Routledge pada tahun 1999. Bab I pada  buku yang berbahasa Inggris tersebut yang berjudul Anthropological Archaeology and Archaeological Anthropology membahas mengenai kaitan dan hubungan Ilmu Antropologi dan Ilmu Arkeologi.
Pada buku ini dijelaskan bahwa Arkeologi merupakan bagian luas dari sebuah ilmu yang mempelajari kebudayaan masa lalu berdasarkan bukti-bukti material untuk mengungkap asal dari kehidupan sekarang dengan cara penggalian, analisis bukti arkeologi, atau mempelajari aspek tubuh eksistensi manusia. sedangkan antropologi membahas mengenai semua aspek kehidupan, masa lalu hingga sekarang dengan menggunakan observasi.
Oleh Karena itu beberapa Tokoh yang mengungkapkan pendapat yang mengatakan bahwa arkeologi dan antropologi sangat berkaitan, contohnya Philips yang berpendapat bahwa “kombinasi antara antropologi dan arkeologi di butuhkan untuk mengetahui sejarah budaya lokal”. Hal ini pun disetujui oleh Binford, yang dalam artikelnya menuliskan bahwa “antropologi sebagai arkeologi” dan mengatakan arkeologi bisa berpartisipasi dalam studi evolusi budaya manusia. Beliau juga berpandangan, Arkeologi mampu melihat sejarah manusia.

Bertentangan dengan hal tersebut,  Sablof memberikan pendapat bahwa antropologi pada dasarnya merupakan suatu disiplin generalisasi dan komperatif, yang tujuan utamanya adalah untuk memahami dan menjelaskan proses yang mendasari perubahan kebudayaan.
Hal itu pun disetujui oleh seorang tokoh yang mengatakan “apakah arkeologi mampu menggali sistem kekerabatan ?”
Di Amerika Serikat, arkeologi diajarkan sebagai salah satu dari empat sub-disiplin ilmu dalam antropologi; tiga yang lainnya adalah antropologi fisik (studi tentang evolusi manusia), antropologi budaya (studi tentang kultur-kultur yang masih hidup) dan linguistik (studi tentang bahasa).
Sendangkan Di Inggris semua hal tersebut diajarkan secara terpisah.  antropologi dan arkeologi memiliki subyek penelitian yang sama, yaitu studi kemanusiaan dalam segala perbedaannya, melalui historisnya masing-masing, di sepanjang dunia. Arkeologi biasa dikenal dan didefinisikan oleh aktivitasnya: penggalian. Fokusnya adalah menemukan kembali obyek-obyek dan menganalisa tentang apa yang dikisahkan oleh obyek-obyek tersebut tentang gaya hidup orang-orang yang menggunakannya. Dalam pengertian ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa secara teknis, para antropolog mempelajari kultur-kultur yang masih hidup, sementara para arkeolog mempelajari budaya-budaya di masa lampau melalui subyek-subyek yang masih ada.
Berbagai hal yang menyebabkan banyaknya orang-orang yang berpendapat bahwa arkeologi tidak pernah sama dengan antropologi.
Padahal, jika dilihat dari segi Ilmu pengetahuan, Arkeologi dan Antropologi telah tumpang tindih materi pelajaran, sehingga ide-ide dan bukti dari satu ide dapat memberikan ke yang lainnya. Keduanya Ilmu tesebut juga telah terhubung dan dipengaruhi oleh sejarah dan perkembangan.
Hal tersebutlah yang membuat Kedua ilmu tersebut, saling membutuhkan, antropologi sangat membutuhkan antropologi. Begitupun sebaliknya arkeologi juga sangat membutuhkan antropologi.

B.     Tanggapan Tentang Hubungan Antropologi dan Arkeologi

Antropologi dan Arkeologi ialah dua ilmu pengetahuan yang saling membutuhkan. Dimana, antropologi membutuhkan arkeologi untuk mengungkap asal dari kebudayaan yang ada sekarang ini yang memang merupakan hal yang dibahas di ilmu antropologi
Sedangkan, arkeologi membutuhkan cabang-cabang ilmu antropologi untuk menentukan hasil dari pengamatan dan penelitian yang dilakukan oleh para arkeolog.

C.     Pendapat Tentang Hubungan Antropologi dan Arkeologi
Dari sebuah website :
"Pada dasarnya arkeologi bertujuan menyingkap sejarah kebudayaan manusia dari mulai kebudayaan kuno pada jaman purba seperti kebudayaan Mesopotamia dan kebudayaan Mesir Kuno. Di Indonesia, Arkeologi memfokuskan perhatiannya kepada kebudayaan di Indonesia pada masa Hindu yang hidup sekitar abad ke 4 hingga abad ke 16. Hasil penelitian arkeologi terhadap bahan bekas reruntuhan atau alat-alat peninggalan kerajaan Hindu di Indonesia adalah sebuah deskripsi sejarah manusia yang kemudian dapat digunakan oleh antropologi sebagai bahan untuk merekonstruksi sejarah asal-mula makhluk manusia. Dilihat dari batasan kajiannya, antropologi terlihat lebih luas karena tidak hanya memfokuskan pada benda-benda peninggalan (artefak) saja, melainkan juga pada sistem ide (gagasan dan sistem tingkah laku) Kesulitan di dalam merekonstruksi kembali kehidupan dan persebaran kebudayaan, antropologi dan ilmu sejarah saling bertukar metode dan teori untuk lebih dapatmemahami masyarakat pada umumnya. Begitu pula penggambaran tentang hasil penelitian keduanya bisa saling melengkapi sesuai bagi tujuan tertentu "

Tidak ada komentar:

Posting Komentar