PENGANTAR
ANTROPOLOGI
TUGAS
REVIEW
REVIEW BUKU :
ANTHROPOLOGY AND ARCHAEOLOGY
A CHANGING RELATIONSHIP – CHRIS GOSDEN
BAB
1 :
ANTHROPOLOGICAL
ARCHAEOLOGY AND ARCHAEOLOGICAL
ANTHROPOLOGY
OLEH :
NAMA
: NURUL ADLIYAH PURNAMASARI
NIM : F61112003
JURUSAN ARKEOLOGI
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR
2012
REVIEW BUKU
Judul Buku : Anthropology and
Archaeology a Changing Relationship-BAB I
Pengarang : Chris Gosden
Tahun Terbit : 1999
Penerbit : Routlegde
A. Ide-Ide Pokok
Anthropology and Archaeology a Changing Relationship ialah sebuah buku karya Chris Gosden, yang di
terbitkan oleh penerbit Routledge pada tahun 1999. Bab I pada buku yang berbahasa Inggris tersebut yang
berjudul Anthropological Archaeology and
Archaeological Anthropology membahas mengenai kaitan dan hubungan Ilmu
Antropologi dan Ilmu Arkeologi.
Pada buku ini dijelaskan
bahwa Arkeologi merupakan bagian luas dari sebuah ilmu yang mempelajari
kebudayaan masa lalu berdasarkan bukti-bukti material untuk mengungkap asal
dari kehidupan sekarang dengan cara penggalian, analisis bukti arkeologi, atau
mempelajari aspek tubuh eksistensi manusia. sedangkan antropologi membahas
mengenai semua aspek kehidupan, masa lalu hingga sekarang dengan menggunakan
observasi.
Oleh Karena itu beberapa
Tokoh yang mengungkapkan pendapat yang mengatakan bahwa arkeologi dan
antropologi sangat berkaitan, contohnya Philips yang berpendapat bahwa
“kombinasi antara antropologi dan arkeologi di butuhkan untuk mengetahui
sejarah budaya lokal”. Hal ini pun disetujui oleh Binford, yang dalam
artikelnya menuliskan bahwa “antropologi sebagai arkeologi” dan mengatakan
arkeologi bisa berpartisipasi dalam studi evolusi budaya manusia. Beliau juga
berpandangan, Arkeologi mampu melihat sejarah manusia.
Bertentangan dengan hal
tersebut, Sablof memberikan pendapat
bahwa antropologi pada dasarnya merupakan suatu disiplin generalisasi dan
komperatif, yang tujuan utamanya adalah untuk memahami dan menjelaskan proses
yang mendasari perubahan kebudayaan.
Hal itu pun disetujui oleh
seorang tokoh yang mengatakan “apakah arkeologi mampu menggali sistem
kekerabatan ?”
Di Amerika
Serikat, arkeologi diajarkan sebagai salah satu dari empat sub-disiplin ilmu
dalam antropologi; tiga yang lainnya adalah antropologi fisik (studi tentang
evolusi manusia), antropologi budaya (studi tentang kultur-kultur yang masih
hidup) dan linguistik (studi tentang bahasa).
Sendangkan
Di Inggris semua hal tersebut diajarkan secara terpisah. antropologi dan arkeologi memiliki subyek penelitian
yang sama, yaitu studi kemanusiaan dalam segala perbedaannya, melalui
historisnya masing-masing, di sepanjang dunia. Arkeologi biasa dikenal dan
didefinisikan oleh aktivitasnya: penggalian. Fokusnya adalah menemukan kembali
obyek-obyek dan menganalisa tentang apa yang dikisahkan oleh obyek-obyek
tersebut tentang gaya hidup orang-orang yang menggunakannya. Dalam pengertian
ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa secara teknis, para antropolog mempelajari
kultur-kultur yang masih hidup, sementara para arkeolog mempelajari
budaya-budaya di masa lampau melalui subyek-subyek yang masih ada.
Berbagai
hal yang menyebabkan banyaknya orang-orang yang berpendapat bahwa arkeologi
tidak pernah sama dengan antropologi.
Padahal, jika dilihat dari
segi Ilmu pengetahuan, Arkeologi dan Antropologi telah tumpang tindih materi
pelajaran, sehingga ide-ide dan bukti dari satu ide dapat memberikan ke yang
lainnya. Keduanya Ilmu tesebut juga telah terhubung dan dipengaruhi oleh
sejarah dan perkembangan.
Hal tersebutlah yang
membuat Kedua ilmu tersebut, saling membutuhkan, antropologi sangat membutuhkan
antropologi. Begitupun sebaliknya arkeologi juga sangat membutuhkan
antropologi.
B.
Tanggapan
Tentang Hubungan Antropologi dan Arkeologi
Antropologi dan Arkeologi
ialah dua ilmu pengetahuan yang saling membutuhkan. Dimana, antropologi
membutuhkan arkeologi untuk mengungkap asal dari kebudayaan yang ada sekarang
ini yang memang merupakan hal yang dibahas di ilmu antropologi
Sedangkan, arkeologi
membutuhkan cabang-cabang ilmu antropologi untuk menentukan hasil dari
pengamatan dan penelitian yang dilakukan oleh para arkeolog.
C.
Pendapat
Tentang Hubungan Antropologi dan Arkeologi
Dari
sebuah website :
"Pada
dasarnya arkeologi bertujuan menyingkap sejarah kebudayaan manusia dari mulai
kebudayaan kuno pada jaman purba seperti kebudayaan Mesopotamia dan kebudayaan
Mesir Kuno. Di Indonesia, Arkeologi memfokuskan perhatiannya kepada kebudayaan
di Indonesia pada masa Hindu yang hidup sekitar abad ke 4 hingga abad ke 16.
Hasil penelitian arkeologi terhadap bahan bekas reruntuhan atau alat-alat
peninggalan kerajaan Hindu di Indonesia adalah sebuah deskripsi sejarah manusia
yang kemudian dapat digunakan oleh antropologi sebagai bahan untuk
merekonstruksi sejarah asal-mula makhluk manusia. Dilihat dari batasan
kajiannya, antropologi terlihat lebih luas karena tidak hanya memfokuskan pada
benda-benda peninggalan (artefak) saja, melainkan juga pada sistem ide (gagasan
dan sistem tingkah laku) Kesulitan di dalam merekonstruksi kembali kehidupan
dan persebaran kebudayaan, antropologi dan ilmu sejarah saling bertukar metode
dan teori untuk lebih dapatmemahami masyarakat pada umumnya. Begitu pula
penggambaran tentang hasil penelitian keduanya bisa saling melengkapi
sesuai bagi tujuan tertentu "

Tidak ada komentar:
Posting Komentar