Minggu, 05 Mei 2013

SANG PELOPOR TAMAN BUNGA KEUKENHOF (PELANGI DUNIA)



Keukenhof, jika kata mendengar kata tersebut mungkin yang akan terlintas dibenak kita adalah negeri Belanda, atau bunga dengan warna-warna yang indah yang menjadi icon dari negeri kincir angin tersebut ? yah, Keukenhof adalah sebuah taman bunga terbesar didunia dan sering dijuluki sebagai “The Garden of Europe”. Sekitar 7 juta bunga yang ditanam serta bermekaran di taman bunga ini setiap musim semi di Belanda tiba. Seperti yang kita ketahui negeri Belanda sangatlah terkenal dengan Bunga tulip, bunga dengan berbagai jenis warna yang indah inilah yang  menjadi mayoritas bunga yang menghiasi taman Keukonhof. Selain bunga tulip taman Keukonhof juga dihiasi dengan berbagai jenis bunga yang tidak  kalah indahnya seperti lavender, mawar, chrysanthemum, daffodil, dan juga  tentunya bunga-bunga subtropis lainnya yang juga bermekaran di kala musim semi. Keindahan warna-warni bunga tersebutlah yang menjadikan taman Keunkonhof seakan terlihat sebagai pelangi, yah.. Pelangi Dunia.

See, How beautiful they are, right ?

 
Jika dilangit pelangi hanya akan terlihat setelah hujan, maka pelangi di taman Keunkonhof hanya bisa dilihat pada musim semi. Ya, Taman bunga Keukenhof tidaklah dibuka sepanjang tahun, namun hanya dibuka diwaktu-waktu tertentu saja. Kerena, bunga tulip yang menjadi mayoritas taman bunga ini tidak dapat hidup sepanjang tahun, sehingga bunga-bunga lain yang juga ditampilkan pada taman Keukenhof juga hanyalah tumbuhan yang mampu tumbuh dimusim yang sama dengan bunga tulip. Bunga-bunga tersebut ditanam dan ditata  serta dikombinasikan  berdasarkan tema tahunan, yang tentunya ditambahkan dengan sentuhan culture Belanda, yang membuat kecantikan dan keindahan barisan bunga yang berwarna-warni di dalam taman indah ini akan selalu terkenang dalam ingatan.
Keukenhof terletak tepatnya di Holland Selatan, di antara kota Hillegom dan Lisse, di selatan Harlem dan baratdaya Amsterdam. Dan dapat dijangkau dengan bus dari stasiun bus Haarlem atau Leiden Taman ini terletak di daerah bernama Duin en Bollenstreek.
Taman ini dibuat pada tahun 1945 oleh calon wali kota Lisse, yang merupakan kota kecil di dekat Amsterdam. Desain pertama taman Keukenhof yang bergaya English landscape mulai dilakukan pada abad ke-19, setelah seorang bangsawan bernama Van Pallandt memerintahkan arsitek J.D dan L.P Zocher, desainer taman Vondelpark di Amsterdam, untuk mendesain lahan di sekitar Castle tersebut. Desain pertama tersebut selalu menjadi dasar utama gaya taman Keukenhof hingga sekarang. ciri khasnya dari design tersebut berupa jalan setapak yang panjang dihiasi bunga-bunga di sampingnya. Hebatnya, taman ini juga memilki design pendukung yang menjadikan Keukenhof terlihat lebih indah, seperti Historical garden, yaitu menampilkan berbagai jenis bunga yang banyak ditemukan pada jaman dahulu. Selanjutnya ada Nature garden yang mengkombinasikan danau kecil, semak-semak, dan pepohonan tinggi dengan berbagai bunga tulip, daffodil, dan krisan. Serta, Japanese garden, dimana taman tersebut didesign dengan nuasa Jepang namun tetap telihat indah dengan kombinasi alam Keukenhof.
Taman bunga ini awalnya buka untuk membuat sebuah pameran bunga agar penanam bunga dari penjuru Belanda dan Eropa dapat memamerkan bunga yang akan membantu Belanda sebagai eksportir bunga terbesar di dunia. Dimana, bunga-bunga yang dipamerkan pada pameran tessebut adalah hasil dari hasil budidaya para petani Belanda bahkan eropa. Namun, hebatnya dalam waktu 50 tahun Keukenhof telah menjadi sebuah taman bunga terbesar di dunia.

Kamis, 28 Maret 2013

KONGRES KEBUDAYAAN PEMUDA INDONESIA

KONGRES KEBUDAYAAN PEMUDA INDONESIA
(Jakarta, 6-9 November 2012)
Indonesia Aku Bangga
"Membangun Karakter, Kreativitas & Solidaritas"

-Bersama dengan 500 pemuda dari 33 Provinsi di Indonesia-



 

Just arrived the international airport of Soekarno Hatta, Jakarta.


" The opening "


"with the showing of Traditional dance of each province of Indonesia"
wow.. so proud to see our beautiful cultures.



 

I felt so happy to wear my traditional clothing,

and show to other, how beautiful it is. :)


"The second Day"
we wore batik together
one of our very famous culture that we should be preserved 


and yeahh..
I met with Taufik Ismail, the great poet that is had
by our lovely country,
INDONESIA.

 

It's me ^^
and the other representations of South Sulawesi.


as well as teenagers, 
Gifo is a part of our life. hihhi :)

 "the third day"

 

ME.

mh.. yesss..
one of the nice part of this very great event is
 we had a time to visit most of the historical museums
of Jakarta.

for me, as a representations from the province outside Jakarta,
it's a rare moment that could be forgotten. 


even, in a tired situation, we still gave smile, 
because we were so Happy to join it.




and this is it..
the greatest thing that we got here.

we met with 500 youths from 33 province of Indonesia.

we shared everything we know about the rich things of Indonesia.
we introduced the great things from our own province.
like, the historical places, the cultural places, our traditional tradition,
and our rich culture.

not only that..
we also told about what problem that our each town has.
 and looked for the solution together.

it's very nice to join this event.

and...
it will be unforgettable moment ^-^




MENGAPA BELAJAR ARKEOLOGI MENURUT BRIAN M. FAGAN (1985)



TUGAS PENGANTAR ARKEOLOGI UMUM
Nama               : Nurul Adliyah Purnamasari
Nim                 : F61112003
Jurusan            : Arkeologi

MENGAPA BELAJAR ARKEOLOGI MENURUT BRIAN M. FAGAN (1985)

1.      Arkeologi Sebagai Ilmu Politik. Yakni, Sebagai alat suatu bangsa untuk meningkatkan rasa Nasionalisme warga negaranya terhadap bangsanya. Dengan arkeologi, penelitian-penelitian untuk menyikapi akar-akar leluhur mereka bisa dilaksanakan, sehingga mereka mampu mengenal jati diri bangsanya yang mampu menumbuhkan rasa nasiolisme atau  rasa cinta seorang warga negara terhadap bangsa dan negaranya.

2.      Arkeologi sebagai Entertainment, yakni sebagai alat Untuk Menghibur diri, hal ini terbukti dari mulai banyaknya orang yang menggunakan buku-buku ataupun artikel arkeologi sebagai bacaan untuk menghibur dirinya. Selain itu, banyak juga film-film bertema arkeologi yang banyak ditayangkan dan banyak diminati oleh para pecinta film.

3.      Arkeologi dan Warisan Budaya. Yakni, Arkeologi mampu menemukan atau meneliti segala sesuatu  yang terjadi dimasa lampau dan membandingkan dengan apa yang ada saat ini. Selain, itu arkeologi juga memberikan informasi yang berguna mengenai warisan kebudaan kolektif kita. Hal lain juga mampu memberikan informasi yang berguna tentang warisan budaya, misalnya Eskavasi arkeologi mampu menyikap banyak hal mengenai  keanekaragaman masyarakat.

4.      Arkeologi Sebagai Ilmu sosial. Arkeologi mempelajari tentang aspek-askek yang berkenaan dengan keadaan data geologi, biologi dan lingkungan yang semuanya dapat menambah data-data vital dalam mempelajari dunia konteporer. Dengan ini arkeologi diibaratkan sebagai suatu fasilitas yang mampu memberikan kontribusi untuk mengatahui tentang lingkungan hidup, iklim dunia dan lansekap terhadap kesejarahan kita.

5.      Para Arkeolog Awal, orang pertama kali belajar arkeologi untuk menikmati penggalian kedalam masa lampau (Daniel, 1918). Hal itu karena hanya rasa ingin tahu dan kesenangan. Sehingga arkeologi bisa digunakan sebagai hobi dan untuk menyenangkan perasaan. Selain itu, hasil dari penelitian arkeologi tersebut juga bisa menghasilkan sebuah koleksi benda-benda kuno yang menarik hati dan bernilai untuk dipamerkan kedalam museum-museum, untuk digunakan sebagai preservasi terhadap situs-situs terkenal yang para arkeolog gali untuk generasi yang akan datang.

Sabtu, 23 Maret 2013

Fort Rotterdam


Museum La Galigo, Fort Rotterdam.
 


gambar-gambar hasil tinggalan kebudayaan masa prasejarah di Sulawesi Selatan.


yang ada, dan pasti ada disetiap pesta-pesta adat di suku Makassar.


Rumah adat dari setiap suku di Sulawesi Selatan.


yah, Nenek moyangku seorang pelaut. :) 


hey, i'm still like a child, right ? hheheh :D 
 

" BENDI "



Gambar, H. Ahmad Lamo dan Andi Oddang
mantan Gubernur Selawesi Selatan
 

"Andi Mappanyuki Sultan Ibrahim"


it's me, in front of Rotterdam colonial building. :D





in the structure of Fort Rotterdam.

Jumat, 22 Maret 2013

Hasil Observasi Prasasti Tugu Unhas



TUGAS PENGANTAR EPIGRAFI KLASIK

Hasil Penelitian Terhadap
Prasasti Tugu Unhas






OLEH :
DAHNIAR (F61112256)
NURUL ADLIYAH PURNAMASARI (F61112003)
AKBAR (F61112262)
ALFI KHAERAH SIREGAR (F61112005)

JURUSAN ARKEOLOGI
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR

2013
A.   Latar Belakang
Universitas Hasanuddin berdiri pada tahun 10 September 1956. Perguruan Tinggi ini pada awalnya merupakan pengembangan dari fakultas ekonomi universitas Indonesia. Di usianya yang telah mencapai 56 tahun, telah begitu banyak peristiwa besar yang terjadi di Perguruan tinggi negeri yang terletak di kota Makassar, Sulawesi Selatan ini. Mulai dari peresmian bangunan sampai dengan kedatangan tokoh-tokoh besar Indonesia. Yang dimana, peristiwa-peristiwa tersebut dituliskan pada sebuah prasasti yang kemudian prasasti-prasasti tersebut dapat menjadi informasi kepada para civitas akademika universitas Hasanuddin sekarang dan yang akan datang.
Salah satu dari sekian banyak prasasti yang ada di universitas Hasanuddin ialah prasasti yang terletak di dekat tugu Unhas. Di tempat tersebut terdapat dua prasasti yang ditanda tangani oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan wakil presiden Yusuf Kalla pada tanggal yang berbeda di tahun 2006. Kedua prasasti tersebut diletakkan berdampingan yang dapat menjadi bukti bahwa universitas yang memilki 14 fakultas ini pernah dikunjungi oleh presiden dan wakil presiden Indonesia periode 2004-2009 ini.

B.   Lokasi Prasasti
Kedua Prasasti Tugu Unhas terletak berdampingan di sebelah kanan Tugu Unhas yakni di pertigaan ketika masuk ke Unhas, agak tersembunyi dan sulit untuk terlihat. Hal ini menjadi pertanyaan, mengapa kedua prasasti tidak diletakkan di tempat yang strategis yang mudah terlihat. Hal ini membuat kami berpendapat bahwa penempatan prasasti ini asal-asalan saja.


Namun, disatu sisi walaupun tersembunyi prasasti ini terletak di bagian depan dan dilewati ketika setiap orang masuk ke dalam area Unhas, sehingga kami berpendapat penulisan dan penandatangan kedua tersebut tepat ketika pertama kali kedua tokoh tersebut masuk ke dalam area universitas Hasanuddin.

C.   Isi Prasasti
Terdapat dua prasasti yang memilki isi berbeda, namun kedua prasasti tersebut mengandung maksud yang sama yakni memberikan pesan kepada para mahasiswa universitas Hasanuddin. Kedua prasasti tersebut menggunakan aksara latin modern, hal ini karena prasasti ini ditulis pada tahun 2006 dimana, masyarakat Indonesia lebih mengerti jenis aksara ini. Prasasti tersebut juga mengunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia yang bisa dimengerti oleh seluruh mahasiswa universitas Hasanuddin yang merupakan mayoritas dari mahasiswa Unhas.
Prasasti yang pertama yakni prasasti yang ditandatangani oleh presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 23 April 2006, sehingga dapat diketahui bahwa pada tanggal tersebut SBY, panggilan akrabnya pernah mengunjungi Universitas Hasanuddin.
 Prasasti tersebut berisikan sebagai berikut :

“Selamatkan Lingkungan kita
Selamatkan Negara Kita
Selamatkan masa depan kita”
  

Dari isi prasasti tersebut dapat ditarik kesimpulan, bahwa maksud dari kedatangan presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu salah satunya untuk menyemangati dan memberikan pesan kepada mahasiswa universitas Hasanuddin untuk lebih semangat belajar demi  kemajuan masa depan dan kemajuan bangsa kita.
Prasasti yang kedua ditanda tangani oleh Jusuf Kalla pada tanggal 10  Oktober 2006. Sama dengan prasasti sebelumnya, prasasti ini juga membuktikan bahwa Jusuf Kalla yang pada masa itu menjabat sebagai wakil presiden, juga pernah mengunjungi Kampus Unhas, yang dimana, walaupun kita tahu bahwa beliau adalah alumnus dari universitas Hasanuddin. Namun, kedatangannya pada tanggal tersebut bukan sebagai mahasiswa lagi, tetapi sebagai wakil presiden yang datang untuk memberi pesan kepada para penerusnya. Hal ini terbukti dari isi prasasti sebagai berikut :
“Maju Dengan Ilmu”


Sama halnya dengan kedatangan Bapak Presiden, salah satu maksud kedatangan Bapak Yusuf Kalla juga untuk memberikan pesan yang bermanfaat untuk para mahasiswa.
Pada bagian atas prasasti terdapat lambang Unhas, yang menjelaskan bahwa prasasti tersebut ditulis di Unhas, segala pesan yang terkandung dikedua prasasti dikhususkan untuk masyarakat universitas Hasanuddin. Walaupun  demikian, pesan tersebut  juga bisa berguna untuk semua orang.
Karena perbedaan tanggal penandatanganan prasasti juga dapat diketahui bahwa kedatangan kedua tokoh besar tesebut tidak bersamaan. Dimana, Susilo Bambang Yudhoyono datang pada bulan April 2006, sedangkan Jusuf Kalla datang beberapa bulan setelah kedatangan Susilo Bambang Yudhoyono.
Kedua prasasti tersebut diletakkan berdampingan karena pada masa tersebut, keduanya adalah pasangan presiden dan wakil Presiden Indonesia.
Tulisan pada kedua prasasti tersebut dilapisi dengan tinta berwana kuning emas, hal ini disebabkan karena bagi masyarakat sulsel, warna kuning emas melambangkan keberuntungan. Selain itu, kuning juga bisa dimaknai sebagai ketegasan, sehingga para pembaca prasasti tersebut juga diharapkan bisa tegas dalam menjalankan apa yang dipesankan dalam prasasti tersebut ataupun tegas dalam keyakinan untuk kemajuan diri, bangsa dan negara

D.   Bahan dan Bentuk Prasasti
Kedua prasasti terbuat dari batu yang berbentuk besar, hal ini tidak perlu diherankan karena banyak daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki banyak batu besar. Misalnya di daerah Malino, Gowa. Jadi bisa disimpulkan batu besar yang dibuat sebagai batu prasasti diperoleh dari daerah sekitar kota Makassar.
Kedua prasasti tersebut memiliki ukuran yang sama dengan lebar 188 cm dan tinggi  96 cm. Selain ukuran yang sama, bentuk lekukan dari kedua prasasti juga menunjukan bentuk yang sama, sehingga dapat kami simpulkan kedua batu prasasti tersebut adalah sebuah batu besar yang dibelah menjadi dua. Hal ini mebuktikan bahwa di tahun 2006 teknologi pemotongan batu besar yang memiliki harga yang sangat tinggi tersebut telah ada dan telah dimanfaatkan oleh pihak universitas Hasanuddin, yang kemudian hasil belahan dari kedua batu tersebut di atasnya dihaluskan dengan semen.

Dari pengamatan kami, batu tersebut ditulis ketika semen masih basah sehingga penulisan akan lebih muda dilakukan, hal ini menunjukan pelapisan semen pada batu dilakukan beberapa menit sebelum presiden atau wakil presiden datang, sehingga semen pada batu tersebut masih basah.
Selain iu, lambang Unhas pada bagian atas prasasti dituliskan dengan menguanakan alat cetakan yang berbentuk lambang Unhas.
Dari kedua batu tersebut yang dibelah menjadi dua, dapat di pastikan bahwa kedatangan wakil presiden Jusuf Kalla pun juga sudah direncanakan bahkan sebelum presiden Susilo Bambang Yudhiyono datang, karena telah disiapkan dua batu yang akan ditulis oleh kedua orang terpenting di Indonsia pada masa itu. 
Kedua prasasti tersebut diletakan pada batu yang berbentuk menyerupai mangkok yang panjang ke atas. Diperkirakan batu tersebut terbuat dari semen, karena bentuknya dan kehalusannya terlihat seperti batu hasil buatan.