Selasa, 13 November 2012

Makalah KKPI 2012



KONGRES KEBUDAYAAN PEMUDA INDONESIA 2012

PEMUDA BERKARAKTER






Oleh :

NURUL ADLIYAH PURNAMASARI


JURUSAN ARKEOLOGI
FAKULTAS SASTRA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2012



KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, dengan segala limpahan Rahmat, Taufik,dan Hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah tentang PEMUDA BERKARAKTER dalam bentuk maupun isi yang sangat sederhana. Makalah ini membahas tentang seluk beluk  Pemuda Berkarakter yang terdiri dari beberapa unsur-unsur yang terkait, sesuai dengan topik dari makalah ini.
Makalah ini dapat memberikan informasi kepada kita sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman  bagi pembaca dalam hal mengenal bagaimana pemuda dimasa sekarang. Harapan kami semoga makalah ini dapat membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini agar kedepannya dapat lebih baik.
Dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki masih sangat kurang.Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

                                                                                    Makassar,  15 Oktober 2012

                                                                                    Penulis





BAB 1
PENDAHULUAN
A.   LATAR BELAKANG

Pemuda adalah suatu umur yang memiliki kehebatan sendiri,  Pemuda mempunyai kekuatan yang lebih secara fisik dan semangat bila dibanding dengan anak kecil atau orang-orang jompo. Pemuda mempunyai potensi yang luar biasa, bisa dikatakan seperti dinamit atau TNT bila diledakan.
Pemuda mempunyai banyak potensi.Akan tetapi jika tidak dilakukan pembinaan yang terjadi adalah sebaliknya.Potensinya tak tergali,semangatnya melemah atau yang lebih buruk lagi ia menggunakan potensinya untuk hal-hal yang tidak baik misalnya tawuran dsb. Sekali lagi, pemuda adalah usia dan sosok yang hebat tapi tidak semua pemuda hebat
Sejarah pun juga membuktikan bahwa pemuda berperan penting dalam kemerdekaan.Dimana saja,di negara mana saja kemerdekaan tak pernah luput dari peran pemuda.Karena pemudalah yang paling bersemangat dan ambisius memperjuangkan perubahan menuju lebih baik.
Pemuda pada dasarnya merupakan subjek atau pelaku di dalam pergerakan pembaharuan atau subjek yang akan menjadi generasi-generasi penerus bangsa dan membangun bangsa dan tanah air ke arah yang lebih baik. Pemuda, pada khususnya Mahasiswa dianggap sebagai ‘agent of change’, atau agen perubahan yang akan  pelaksana perubahan dan pembaharuan setiap sisi kehidupan untuk menciptakan suatu kondisi yang baik dalam kehidupan berbangsa sehingga menghasilkan suatu situasi yang didambakan oleh setiap bangsa, yaitu kesejahteraan setiap rakyat.  





B.   RUMUSAN MASALAH
1.      Apa itu karakter ?
2.      Apa itu pemuda ?
3.      Bagaimana Pemuda yang berkarakter itu ?
4.      Apa yang menyebabkan banyak Pemuda Indonesia kehilangan karakternya sebagai Bangsa Indonesia ?
5.      Pentingkah karakter kebangsaan dikalangan pemuda ?














BAB 2
PEMBAHASAN
           
A.    Karakter
Karakter berasal dari bahasa Yunani yang berarti “to mark” atau menandai dan memfokuskan bagaimana mengaplikasikan nilai kebaikan dalam bentuk tindakan atau tingkah laku, sehingga orang yang tidak jujur, kejam, rakus dan perilaku jelek lainnya dikatakan orang berkarakter jelek. Sebaliknya, orang yang perilakunya sesuai dengan kaidah moral disebut dengan berkarakter mulia.
Pengertian karakter menurut Pusat Bahasa Depdiknas adalah “bawaan, hati, jiwa, kepribadian, budi pekerti, perilaku, personalitas, sifat, tabiat, temperamen, watak”. Adapun berkarakter adalah berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat, dan berwatak”.
Menurut Tadkiroatun Musfiroh (UNY, 2008), karakter mengacu kepada serangkaian sikap (attitudes), perilaku (behaviors), motivasi (motivations), dan keterampilan (skills).
Karakter mulia berarti individu memiliki pengetahuan tentang potensi dirinya, yang ditandai dengan nilai-nilai seperti reflektif, percaya diri, rasional, logis, kritis, analitis, kreatif dan inovatif, mandiri, hidup sehat, bertanggung jawab, cinta ilmu, sabar, berhati-hati, rela berkorban, pemberani, dapat dipercaya, jujur, menepati janji, adil, rendah hati, malu berbuat salah, pemaaf, berhati lembut, setia, bekerja keras, tekun, ulet/gigih, teliti, berinisiatif, berpikir positif, disiplin, antisipatif, inisiatif, visioner, bersahaja, bersemangat, dinamis, hemat/efisien, menghargai waktu, pengabdian/dedikatif, pengendalian diri, produktif, ramah, cinta keindahan (estetis), sportif, tabah, terbuka, tertib. Individu juga memiliki kesadaran untuk berbuat yang terbaik atau unggul, dan individu juga mampu bertindak sesuai potensi dan kesadarannya tersebut. Karakteristik adalah realisasi perkembangan positif sebagai individu (intelektual, emosional, sosial, etika, dan perilaku).
Individu yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha melakukan hal-hal yang terbaik terhadap Tuhan YME, dirinya, sesama, lingkungan, bangsa dan negara serta dunia internasional pada umumnya dengan mengoptimalkan potensi (pengetahuan) dirinya dan disertai dengan kesadaran, emosi dan motivasinya (perasaannya).

B.     Pemuda

Pemuda adalah warga Negara Indonesia yang memasuki periode penting pertumbuhan dan perkembangan yang berusia16 sampai 30 tahun.

C.    Pemuda Berkarakter
Pemuda berkarakter adalah pemuda yang memiliki wawasan kebangsaan biasanya mempunyai kepekaan sosial yang tinggi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa. Tidak hanya peka, tetapi setelah mengetahui masalah yang ada biasanya dia akan melakukan upaya untuk bisa memperbaikinya. Pemuda berkarakter memiliki sikap dan perilaku yang baik, yang sesuai dengan norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari. Adapun beberapa ciri pemuda berkarakter yaitu :
1.         Memiliki tujuan hidup yang jelas.
2.         Mereka yang mampu bekerja keras demi masa depan.
3.         Mereka yang berani menjadi expert dalam hal yang berbeda.
4.         Mampu bersaing secara sehat dalam setiap kompetis.
5.         Menaati setiap peraturan yang ada.
6.         Mencintai bangsa dan Negara,
7.         Mencintai bumi dan alam semesta.
8.         Mampu memndang suatu secara global, bertindak secara lokal dan berdampak Internasional.
9.         Mampu dan mau bekerja secara Tim.
10.     Menghargai Perbedaan.
11.     Tenang di segala situasi dan kondisi.
12.     Mampu melihat dari prespektif orang lain.
13.     Peduli terhadap kondisi orang lain.
14.     Salalu Up to date.
15.     Punya Identitas, Siapakah saya dimata orang lain ?
16.     Mampu menjunjung tinggi nilai-nilai kebudayaan bangsanya.
17.     Mampu melestarikan kebudayaan dan memperkenalkannya.

Ada beberapa macam karakter yang perlu dimiliki oleh tiap mahasiswa agar dapat menjadi pemimpin yang kelak dapat memimpin bangsa ini dengan baik. Karakter-karakter itu diantaranya adalah :
1.      Beretika
2.      Berwawasan  luas
3.      Bertanggung jawab
4.      Pintar, rajin dan aktif
5.      Memiliki reasa kasih sayang yang tinggi terhadap sesama.

D.    Hilangnya Karakter di Kalangan Pemuda
“When wealth is lost, nothing is lost. When health is lost, something is lost. When character is lost, everything is lost.”  -Prof. Yoyo Mulyana-
            Arus informasi yang begitu cepat merambah keberbagai lapisan masyarakat dan tidak terkecuali para pemuda,  yang sehingga berbagai budaya dari luar dapat merubah pola pikir dan cara pandang mereka dalam berbuat dan bertingkah laku. Sehingga mereka meninggalkan karakter mereka sebagai warga Negara Indonesia dan melupakan jati diri mereka.
            Dalam realita yang kita temui lebih banyak pemuda yang tidak sadar dan tidak memiliki karakter, sehingga bermunculanlah pemuda-pemudi yang tidak memiliki perilaku yang baik, seperti pemuda yang tidak memiliki sopan santun kepada para orang tua, pemuda yang lebih menyukai hidup dengan bebas, mengonsumsi obat-obatan terlarang, pergaulan bebas antara mahasiswa dengan mahasiswi, berdemonstrasi dengan tidak mengikuti peraturan yang berlaku bahkan hal terkecil seperti menyontek disaat ujian.
            Selain itu, banyak juga pemuda yang tawuran yang tidak jarang menyebabkan korban-korban berjatuhan, merusak fasilitas umum, dan mengganggu ketenangan masyarakat.
            Yang lebih ironis, Bahkan tak sedikit pemuka agama, intelektual, dan rohaniwan yang meyakini kondisi kehidupan bangsa yang makin buruk dan terpuruk. Dan semua terjadi karena makin hilangnya jatidiri kita sebagai bangsa. Bangsa ini mengalami krisis identitas, krisis kepemimpinan, krisis keteladanan, hingga krisis moral. Korupsi yang makin menggurita dan melibatkan banyak petinggi negara merupakan simptoma yang nyata dan tak terbantahkan. Juga hukum yang tak mampu memenuhi rasa keadilan masyarakat, kolusi, nepotisme, dan praktik-praktik immoral para penyelenggara negara merupakan indikasi lain yang  menjadi tontonan masyarakat setiap hari. Sementara itu, berbagai perilaku kekerasan di kalangan masyarakat, ketidakpedulian, intoleransi, perjudian, serta berbagai kriminalitas yang makin kerap terjadi menjadi semacam bukti yang menunjukkan bahwa bangsa ini sedang sakit. Inilah akar persoalan yang kita hadapi sebagai bangsa yang semuanya berakar pada makin tergerusnya moralitas sebagai inti dari karakter manusia, jatidiri bangsa.
            Seseorang akan menjadi pribadi yang unggul dan berkualitas saat ia mampu menjadikan hati dan pikirannya sebagai panglima dalam hidupnya”
            Berdasarkan hal tersebut, dalam menentukan suatu kualitas seorang pemuda tidak hanya dilihat dari cara berfikirnya dalam menggunakan pikiran atau otaknya saja. Karena jika seorang hanya menggunakan pikirannya saja dalam menemukan sebuah ide,  pilihan ataupun keputusan, maka  yang akan tercipta tersebut hanyalah sebuah pemikiran-pemikiran yang  rasional saja,  yang dimana alangkah lebih baiknya jika pemikiran dengan mengunakan otak di seimbangkan dengan pemikiran dengan menggunakan hati, akan menjadikan setiap pemikiran-pemikiran tersebut lebih selaras.
            Keberhasilan dan kesuksesan seseorang tentunya tidak hanya dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan intelektual yang dimilikinya saja, melainkan ada faktor lain yang justru mempunyai andil besar yakni kecerdasan spiritual dan emosional. Pasalnya, dengan mengkolaborasikan ketiga hal tersebut seseorang akan mampu menjadi pribadi yang unggul, tidak hanya cerdas, namun juga memiliki moral dan sikap yang berkualitas tinggi.
E.     Pemuda Berkarakter Kebangsaan
Pemuda diharapkan mampu menjadi penerus bangsa telah kehilangan karakter kebangsaan mereka. Hal ini terjadi akibat modernisasi yang semakin deras terjadi dikalangan mereka. Dimana mereka, bahkan melupakan nilai-nilai budaya yang seharusnya menjadi penunjuk karakter mereka. Mereka lebih memilih untuk mengikuti arus modernisasi.
            mereka seharusnya memiliki karakter kebangsaan, yang mampu melestarikan dan mempertahankan kebudayaan. Mereka harus mempu menerapkan nilai-nilai kebudayaan dalam kehidupan mereka. Dan juga tidak mudah terpengaruh oleh budaya dari luar.
Pemuda yang berkarakter juga haruslah Memelihara etika dan budaya dalam mengembangkan dan memanfaatkan teknologi. Karena itu sinergi antara pengusaaan teknologi dan pemahaman budaya harus harus berjalan agar tidak timpang. Keduanya harus mampu diletakkan dalam posisi yang seimbang agar kehidupan yang kita lakoni agar lebih tenteram, sejahtera dan bermartabat.

Kita Sebagai seorang  pemuda yang memahami makna kebudayaan, kita sangat berperang penting dalam pelestarian kebudayaan agar kebudayaan bangsa kita tidak pudar karena ada pengaruh dari budaya budaya luar. Pemuda merupakan anak bangsa yang menjadi penerus  kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara Indonesia.
Salah satu ciri seorang pemuda berkualitas, dan berkarakter kebangsaan ialah mereka yang mampu mempertahankan serta menjujung tinggi kebudayaan daerah. Mereka yang ada akan penting kebudayaan bagi masa depan bangsa serta masa depannya sendiri.
Walaupun, maraknya kebudayaan dari luar yang masuk kedalam, seorang pemuda yang berkarakter kebangsaan tidak akan meninggalkan kebudayaannya hanya karena hal tersebut. Bahkan seorang mahasiswa harus menggunakan kemampuan mereka sebagai seorang pemuda yang berkualitas untuk menggunakan hal tersebut demi kemajuan serta kelestarian kebudayaan.
            Salah satu contoh pemuda yang berkarakter kebangsaan yaitu mereka yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal daerah masing-masing. Sebagai contohnya pada mahasiswa yang berasal dari daerah Bugis dan Makassar, mereka tetap menjujung tinggi nilai sipakatau, serta siri’ na pace dalam kehidupan mereka.
            Mereka yang bangga mengunakan batik dalam keseharian mereka, mereka pun juga tidak merasa malu memakan makanan khas daerah,.
Tetapi hal yang menyedihkan ialah banyaknya   generasi muda yang tidak mengerti betapa pentingnya peranan mereka. Generasi muda banyak yang tidak mengerti akan pentingnya peran mereka dalam melestarikan nilai budaya . serta Kurangnya rasa nasionalisme para pemuda terhadap nilai budaya Indonesia.

F.     Membangun Pemuda Berkarakter
Ada berbagai cara untuk menanamkan jiwa pemuda yang berkarakter, dan kali ini saya akan berbagi cara menanamkan jiwa ini pada diri kalian masing-masing.
1. Belajarlah Menghargai diri sendiri
cara pertama ini, merupakan cara yang harus dilakukan terlebih dahulu. Secara tak kita sadari ketika kita tengah menghargai diri sendiri kita telah belajar bagaimana menghargai orang lain. Seorang yang ingin memiliki karakter haruslah bisa menghargai dirinya sendiri, dan cara ini juga dapat meningkatkan rasa kepercayaan diri kita dalam segala hal.
2. Menghormati orang yang lebih tua dan menghargai orang yang lebih muda
Sering kali seseorang ego akan menghargai orang yang lebih muda umurnya dari dirinya, meskipun ia telah menghormati orang yang lebih tua namun tidak sangup menghargai orang yang lebih muda sama saja ia telah melakukan hal yang salah. Sebab Jika kita ingin dihargai orang lain maka kita juga harus menghargai orang lain.
3. Tanamkan rasa nasionalisme terhadap negara
Jika kita telah melakukan cara ke 1 dan 2, maka kita baru bisa ketahap selanjutnya. Yaitu menanamkan jiwa Nasionalisme. Sebenarnya telah banyak yang posting tentang ini di blog lain. Maka dari pada itu saya hanya berbagi bagaimana caranya versi saya sendiri.
adapun caranya adalah sbb :
1.      jangan pernah menjelek-jelekan negara sendiri
2.       Hormati para pahlawan terdahulu
3.      Cinta akan Produk, Sarana dan Prasarana yang ada dinegara sendiri
4.       Cari lebih tau mendalam tentang negara sendiri
5.       DLL yang menurut kamu bisa menanamkan jiwa nasionalisme dalam diri kamu





           













BAB 3
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pemuda berkarakter adalah pemuda yang memiliki wawasan kebangsaan biasanya mempunyai kepekaan sosial yang tinggi terhadap permasalahan yang sedang dihadapi oleh bangsa. Tidak hanya peka, tetapi setelah mengetahui masalah yang ada biasanya dia akan melakukan upaya untuk bisa memperbaikinya. Pemuda berkarakter memiliki sikap dan perilaku yang baik, yang sesuai dengan norma yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.

B.     Saran
Jadilah pemuda yang berkarakter, yang berguna bagi bangsa dan Negara. Serta, menerapkan nilai-nilai lokal dalam kehidupan dan melestarikan serta memperkenalkan kebudayaan ke dunia.















DAFTAR PUSTAKA

Mudira, Bryan Aga (2005), Pemuda Dalam Perjuangan : http://www.dudung.net/

Kompasiana (2012), Mahasiswa Berkarakter : http://edukasi.kompasiana.com

Fauzi Haqqi, Muhammad (2012), Pemuda Berkarakter : http://haqqi.net



Tidak ada komentar:

Posting Komentar