TUGAS SEJARAH KEBUDAYAAN INDONESIA
DINAMIKA BUDAYA
NAMA
: NURUL ADLIYAH PURNAMASARI
NIM
: F61112003
JURUSAN
: ARKEOLOGI
PENDAHULUAN
Kebudayaan
adalah hal yang tidak dapat dipisahkan dari manusia, dikarenakan kebudayaan
ialah ide atau gagasan yang diciptakan oleh manusia itu sendiri dan juga
manusia adalah pendukung keberadaan suatu kebudayaan.
Beberapa ahli telah mengemukakan
definisi kebudayaan diantaranya : Arkeolog R. Seokmono mengemukakan bahwa
Kebudayaan adalah seluruh hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya
berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
Dinamika kebudayaan identik
dengan perubahan unsur- unsur kebudayaan universal, Dalam jangka waktu
tertentu, semua kebudayaan mengalami perubahan. Leslie White (1969) mengemukakan
bahwa kebudayaan merupakan fenomena yang selalu berubah sesuai dengan
lingkungan alam sekitarnya dan keperluan suatu komunitas pendukungnya.
Sependapat dengan itu Haviland (1993 : 251) menyebut bahwa salah satu penyebab
mengapa kebudayaan berubah adalah lingkungan yang dapat menuntut kebudayaan
yang bersifat adaptif. Dalam konteks ini perubahan lingkungan yang dimaksud
bisa menyangkut lingkungan alam maupun sosial. tidak semua unsur mengalami
perkembangan yang sama. Ada unsur kebudayaan yang mengalami perubahan secara
cepat, ada pula yang lambat, dan bahkan ada pula yang sulit berubah.
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Dinamika
Kebudayaan
Dinamika Kebudayaan adalah segala
perubahan pada unsur-unsur kebudayaan dan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang mempengaruhi
sistem sosial.
Berkaitan dengan perubahan
kebudayaan, Kingsley Davis berpendapat bahwa perubahan-perubahan sosial dalam
masyarakat merupakan bagian dari perubahan kebudayaan (Poerwanto, 2000 : 142).
Perubahan-peribahan dalam kebudayaan mencakup seluruh bagian kebudayaan,
termasuk kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat, bahkan dalam bentuk
dan aturan-aturan organisasi sosial.
1. Proses
Internalisasi
Dalam kamus besar bahasa Indonesia
internalisasi diartikan sebagai penghayatan, pendalaman, penguasaan secara
mendalam yang berlangsung melalui binaan, bimbingan dan sebagainya. Sehingga Internalisasi
dapat diartikan sebagai proses pembelajaran seseorang untuk membetuk
kepribadian dan jati dirinya dan berlansung seumur hidupnya.
2. Proses
Sosialisasi
Menurut
Soerjono
Soekanto, sosialisasi adalah suatu proses di mana anggota
masyarakat baru mempelajari norma-norma dan nilai-nilai masyarakat di mana ia
menjadi anggota.
Sosialisasi adalah sebuah proses penanaman atau transfer
kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke
generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai
teori mengenai peranan (role theory).
Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan
oleh individu.
Di
mana-mana, di berbagai kebudayaan, sosialisasi tampak berbeda-beda tetapi juga
sama. Meskipun caranya berbeda, tujuannya sama, yaitu membentuk seorang manusia
menjadi dewasa. Proses sosialisasi seorang inndividu berlangsung sejak kecil.
Mula-mula mengenal dan menyesuaikan diri dengan individu-individulain dalam
lingkungan terkecil (keluarga), kemudian dengan teman-teman sebaya atau
sepermainan yang bertetangga dekat, dengan saudara sepupu, sekerabat, dan
akhirnya dengan masyarakat luas.
3.
Proses Enkulturasi
Enkulturasi adalah suatu proses
bagi seorang baik secara sadar maupun tidak sadar mempelajari seluruh
kebudayaan masyarakat.
Menurut Koentjaraningrat (1996:
145-147) proses enkulturasi adalah proses belajar dan menyesuaikan alam pikiran
serta sikap terhadap adat, sistem norma, dan semua peraturan yang terdapat
dalam kebudayaan seseorang. Proses ini telah dimulai sejak awal kehidupan,
yaitu dalam lingkungan keluarga, dan kemudian dalam lingkungan yang semakin
lama semakin meluas.
Misalnya, seorang pelajar yang
menempuh pendidikan di Korea, yang bergaul dengan orang-orang Korea yang lama
kelamaan akan mengikuti gaya hidup orang-orang di Korea.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar