Selasa, 15 Januari 2013

Keragaman Arkeologi



PENGANTAR ARKEOLOGI UMUM
TUGAS MID SEMESTER




KERAGAMAN ARKEOLOGI


OLEH :


NURUL ADLIYAH PURNAMASARI
F61112003


JURUSAN ARKEOLOGI
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR

2012



-KERAGAMAN ARKEOLOGI-

            Arkeologi adalah sebuah Ilmu yang mempelajari tentang bagaimana terciptanya sebuah Kebudayaan berdasarkan fakta-fakta dan bukti material yang ada.
            Arkeologi memiliki keragaman, diantaranya 
  1.   Arkeologi Industri
Arkeologi industri pertama kali diciptakan pada tahun 1950 di Birmingham, Inggris oleh Michael Rix. Arkeologi ini mempelajari bagaimana struktur bangunan  pada bangunan-bangunan peninggalan masa lampau. Misalnya struktur pada bangunan peninggalan masa kolonial
Seorang arkeolog yang berfokus pada bidang ini memerlukan pelatihan sebagai seorang sejarawan arsitektur.

2.   Arkeologi Bawah Air.
 Arkeologi bawah air atau yang sering disebut arkeologi maritim memfokuskan penelitiannya terhadap situs arkeologi yang berada dibawah laut. Misalnya kapal yang karam beratus-ratus tahun yang lalu. Contohnya kapal pesiar yang pernah diceritakan dalam film, yakni kapal titanic.
Selain itu, arkeologi ini bisa digunakan untuk mengungkap peradaban-peradaban yang telah hilang di bawah laut, misalnya paradaban atlantis.

3.      Arkeologi Marxis
Arkeologi marxis meneliti dengan menggunakan kerangka marxisme. Marxisme ialah sebuah teori yang diciptakan oleh Karl Marx pada bukunya yang berjudul Das Kapitalis.  Marx menyusun sebuah teori besar yang berkaitan dengan sistem ekonomi, sistem sosial, dan sistem politik.  Pengikut teori ini di sebut marxis, itulah mengapa arkeologi ini disebut arkeologi marxis.
                        Penelitan dengan menggunakan teori ini pertama kali diciptakan oleh seorang arkeolog dari Uni Soviet yang kemudian juga digunakan oleh para arkeolog-arkeolog lain di Inggris. Arkeologi ini berfokus pada penelitian tentang bagaimana perkembangan kehidupan sosial dan mata pencarian hidup atau sistem ekonomi manusia pada masa lampau hingga sekarang ini.  Tapi kebanyakan arkeologi marxis digunakan untuk penelitian arkeologi yang membahas mengenai  bagaimana terciptanya benda-benda material yang ada pada masa kini.
                        Misalnya, seperti pada Revolusi Neolitik. Dimana, revolusi neolitik yaitu perkembangan kehidupan dari cara hidup yang nomadem dan berburu dan menjadi menetap dan bercocok tanam.
4.      Arkeologi Gender
Gender, sering disebutkan untuk membedakan jenis kelamin antara pria dan wanita, termasuk bagaimana peran mereka alam kehidupan ini. Sama halnya dengan Arkeologi Gender, dimana arkeologi ini memfokuskan penelitiannya pada bagaimana peran pria dan wanita  dalam sistem sosial dan mata pencarian pada kehidupan manusia ataupun bagaimana pembagian kerja antara wanita dan pria pada masa lampau.
Namun, teori ini mendapatkan kritik dari Alison White, dimana dia mengatakan teori ini dianggap menghilakan peran-peran wanita dalam kehidupan.
Walaupun mendapatkan kritikan, teori ini tetap digunakan sebagai kerangka untuk meneliti dan mengungkap bagaimana peran antara pria dan wanita pada masa lalu dalam kehidupan.

5.      Arkeologi Sosial
Arkeologi ini mempelajari mengenai bagaimana kehidupan, struktur sosial, sistem sosial dan perubahan-perubahan sosial yang terjadi pada manusia masa Lampau melalui tinggalan budayanya, seperti artefak, ekofak dan situs. Arkeologi sosial mampu memberikan informasi mengenai bagaimana orang-orang masa lampau mengatur dirinya dan lingkungan hidupnya juga bagaimana iklim dan keadaan alam pada masa tersebut.





Daftar Pustaka
Brian, Fagan M., IN THE BEGINNING : An Introduction to Archaeology,  New York : HarperCollins : 1994
McGuire, Randall H. Sebuah Arkeologi Marxis. Academic Press, Inc, New York : 1992
Alison Wylie,  Doing Archaelogy as s Feminist: Introduction. Jurnal arkeology Methode and Theory. : 2007
Mary Baker: Enabling Perspektive or Politically Correct Term? An Analysis of How Gender and Material Culture are Viemed by 1990s Academia. Jurnal Gender