Jumat, 22 Maret 2013

Hasil Observasi Prasasti Tugu Unhas



TUGAS PENGANTAR EPIGRAFI KLASIK

Hasil Penelitian Terhadap
Prasasti Tugu Unhas






OLEH :
DAHNIAR (F61112256)
NURUL ADLIYAH PURNAMASARI (F61112003)
AKBAR (F61112262)
ALFI KHAERAH SIREGAR (F61112005)

JURUSAN ARKEOLOGI
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR

2013
A.   Latar Belakang
Universitas Hasanuddin berdiri pada tahun 10 September 1956. Perguruan Tinggi ini pada awalnya merupakan pengembangan dari fakultas ekonomi universitas Indonesia. Di usianya yang telah mencapai 56 tahun, telah begitu banyak peristiwa besar yang terjadi di Perguruan tinggi negeri yang terletak di kota Makassar, Sulawesi Selatan ini. Mulai dari peresmian bangunan sampai dengan kedatangan tokoh-tokoh besar Indonesia. Yang dimana, peristiwa-peristiwa tersebut dituliskan pada sebuah prasasti yang kemudian prasasti-prasasti tersebut dapat menjadi informasi kepada para civitas akademika universitas Hasanuddin sekarang dan yang akan datang.
Salah satu dari sekian banyak prasasti yang ada di universitas Hasanuddin ialah prasasti yang terletak di dekat tugu Unhas. Di tempat tersebut terdapat dua prasasti yang ditanda tangani oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan wakil presiden Yusuf Kalla pada tanggal yang berbeda di tahun 2006. Kedua prasasti tersebut diletakkan berdampingan yang dapat menjadi bukti bahwa universitas yang memilki 14 fakultas ini pernah dikunjungi oleh presiden dan wakil presiden Indonesia periode 2004-2009 ini.

B.   Lokasi Prasasti
Kedua Prasasti Tugu Unhas terletak berdampingan di sebelah kanan Tugu Unhas yakni di pertigaan ketika masuk ke Unhas, agak tersembunyi dan sulit untuk terlihat. Hal ini menjadi pertanyaan, mengapa kedua prasasti tidak diletakkan di tempat yang strategis yang mudah terlihat. Hal ini membuat kami berpendapat bahwa penempatan prasasti ini asal-asalan saja.


Namun, disatu sisi walaupun tersembunyi prasasti ini terletak di bagian depan dan dilewati ketika setiap orang masuk ke dalam area Unhas, sehingga kami berpendapat penulisan dan penandatangan kedua tersebut tepat ketika pertama kali kedua tokoh tersebut masuk ke dalam area universitas Hasanuddin.

C.   Isi Prasasti
Terdapat dua prasasti yang memilki isi berbeda, namun kedua prasasti tersebut mengandung maksud yang sama yakni memberikan pesan kepada para mahasiswa universitas Hasanuddin. Kedua prasasti tersebut menggunakan aksara latin modern, hal ini karena prasasti ini ditulis pada tahun 2006 dimana, masyarakat Indonesia lebih mengerti jenis aksara ini. Prasasti tersebut juga mengunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia yang bisa dimengerti oleh seluruh mahasiswa universitas Hasanuddin yang merupakan mayoritas dari mahasiswa Unhas.
Prasasti yang pertama yakni prasasti yang ditandatangani oleh presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 23 April 2006, sehingga dapat diketahui bahwa pada tanggal tersebut SBY, panggilan akrabnya pernah mengunjungi Universitas Hasanuddin.
 Prasasti tersebut berisikan sebagai berikut :

“Selamatkan Lingkungan kita
Selamatkan Negara Kita
Selamatkan masa depan kita”
  

Dari isi prasasti tersebut dapat ditarik kesimpulan, bahwa maksud dari kedatangan presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat itu salah satunya untuk menyemangati dan memberikan pesan kepada mahasiswa universitas Hasanuddin untuk lebih semangat belajar demi  kemajuan masa depan dan kemajuan bangsa kita.
Prasasti yang kedua ditanda tangani oleh Jusuf Kalla pada tanggal 10  Oktober 2006. Sama dengan prasasti sebelumnya, prasasti ini juga membuktikan bahwa Jusuf Kalla yang pada masa itu menjabat sebagai wakil presiden, juga pernah mengunjungi Kampus Unhas, yang dimana, walaupun kita tahu bahwa beliau adalah alumnus dari universitas Hasanuddin. Namun, kedatangannya pada tanggal tersebut bukan sebagai mahasiswa lagi, tetapi sebagai wakil presiden yang datang untuk memberi pesan kepada para penerusnya. Hal ini terbukti dari isi prasasti sebagai berikut :
“Maju Dengan Ilmu”


Sama halnya dengan kedatangan Bapak Presiden, salah satu maksud kedatangan Bapak Yusuf Kalla juga untuk memberikan pesan yang bermanfaat untuk para mahasiswa.
Pada bagian atas prasasti terdapat lambang Unhas, yang menjelaskan bahwa prasasti tersebut ditulis di Unhas, segala pesan yang terkandung dikedua prasasti dikhususkan untuk masyarakat universitas Hasanuddin. Walaupun  demikian, pesan tersebut  juga bisa berguna untuk semua orang.
Karena perbedaan tanggal penandatanganan prasasti juga dapat diketahui bahwa kedatangan kedua tokoh besar tesebut tidak bersamaan. Dimana, Susilo Bambang Yudhoyono datang pada bulan April 2006, sedangkan Jusuf Kalla datang beberapa bulan setelah kedatangan Susilo Bambang Yudhoyono.
Kedua prasasti tersebut diletakkan berdampingan karena pada masa tersebut, keduanya adalah pasangan presiden dan wakil Presiden Indonesia.
Tulisan pada kedua prasasti tersebut dilapisi dengan tinta berwana kuning emas, hal ini disebabkan karena bagi masyarakat sulsel, warna kuning emas melambangkan keberuntungan. Selain itu, kuning juga bisa dimaknai sebagai ketegasan, sehingga para pembaca prasasti tersebut juga diharapkan bisa tegas dalam menjalankan apa yang dipesankan dalam prasasti tersebut ataupun tegas dalam keyakinan untuk kemajuan diri, bangsa dan negara

D.   Bahan dan Bentuk Prasasti
Kedua prasasti terbuat dari batu yang berbentuk besar, hal ini tidak perlu diherankan karena banyak daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki banyak batu besar. Misalnya di daerah Malino, Gowa. Jadi bisa disimpulkan batu besar yang dibuat sebagai batu prasasti diperoleh dari daerah sekitar kota Makassar.
Kedua prasasti tersebut memiliki ukuran yang sama dengan lebar 188 cm dan tinggi  96 cm. Selain ukuran yang sama, bentuk lekukan dari kedua prasasti juga menunjukan bentuk yang sama, sehingga dapat kami simpulkan kedua batu prasasti tersebut adalah sebuah batu besar yang dibelah menjadi dua. Hal ini mebuktikan bahwa di tahun 2006 teknologi pemotongan batu besar yang memiliki harga yang sangat tinggi tersebut telah ada dan telah dimanfaatkan oleh pihak universitas Hasanuddin, yang kemudian hasil belahan dari kedua batu tersebut di atasnya dihaluskan dengan semen.

Dari pengamatan kami, batu tersebut ditulis ketika semen masih basah sehingga penulisan akan lebih muda dilakukan, hal ini menunjukan pelapisan semen pada batu dilakukan beberapa menit sebelum presiden atau wakil presiden datang, sehingga semen pada batu tersebut masih basah.
Selain iu, lambang Unhas pada bagian atas prasasti dituliskan dengan menguanakan alat cetakan yang berbentuk lambang Unhas.
Dari kedua batu tersebut yang dibelah menjadi dua, dapat di pastikan bahwa kedatangan wakil presiden Jusuf Kalla pun juga sudah direncanakan bahkan sebelum presiden Susilo Bambang Yudhiyono datang, karena telah disiapkan dua batu yang akan ditulis oleh kedua orang terpenting di Indonsia pada masa itu. 
Kedua prasasti tersebut diletakan pada batu yang berbentuk menyerupai mangkok yang panjang ke atas. Diperkirakan batu tersebut terbuat dari semen, karena bentuknya dan kehalusannya terlihat seperti batu hasil buatan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar