TUGAS
PENGANTAR EPIGRAFI KLASIK
Hasil
Penelitian Terhadap
Prasasti
Tugu Unhas
OLEH
:
DAHNIAR
(F61112256)
NURUL
ADLIYAH PURNAMASARI (F61112003)
AKBAR
(F61112262)
ALFI
KHAERAH SIREGAR (F61112005)
JURUSAN
ARKEOLOGI
FAKULTAS
ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS
HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
A. Latar
Belakang
Universitas
Hasanuddin berdiri pada tahun 10 September 1956. Perguruan Tinggi ini pada
awalnya merupakan pengembangan dari fakultas ekonomi universitas Indonesia. Di
usianya yang telah mencapai 56 tahun, telah begitu banyak peristiwa besar yang
terjadi di Perguruan tinggi negeri yang terletak di kota Makassar, Sulawesi
Selatan ini. Mulai dari peresmian bangunan sampai dengan kedatangan tokoh-tokoh
besar Indonesia. Yang dimana, peristiwa-peristiwa tersebut dituliskan pada
sebuah prasasti yang kemudian prasasti-prasasti tersebut dapat menjadi
informasi kepada para civitas akademika universitas Hasanuddin sekarang dan
yang akan datang.
Salah
satu dari sekian banyak prasasti yang ada di universitas Hasanuddin ialah prasasti
yang terletak di dekat tugu Unhas. Di tempat tersebut terdapat dua prasasti
yang ditanda tangani oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan mantan wakil
presiden Yusuf Kalla pada tanggal yang berbeda di tahun 2006. Kedua prasasti
tersebut diletakkan berdampingan yang dapat menjadi bukti bahwa universitas
yang memilki 14 fakultas ini pernah dikunjungi oleh presiden dan wakil presiden
Indonesia periode 2004-2009 ini.
B. Lokasi
Prasasti
Kedua
Prasasti Tugu Unhas terletak berdampingan di sebelah kanan Tugu Unhas yakni di
pertigaan ketika masuk ke Unhas, agak tersembunyi dan sulit untuk terlihat. Hal
ini menjadi pertanyaan, mengapa kedua prasasti tidak diletakkan di tempat yang
strategis yang mudah terlihat. Hal ini membuat kami berpendapat bahwa penempatan
prasasti ini asal-asalan saja.
Namun,
disatu sisi walaupun tersembunyi prasasti ini terletak di bagian depan dan
dilewati ketika setiap orang masuk ke dalam area Unhas, sehingga kami
berpendapat penulisan dan penandatangan kedua tersebut tepat ketika pertama
kali kedua tokoh tersebut masuk ke dalam area universitas Hasanuddin.
C. Isi
Prasasti
Terdapat
dua prasasti yang memilki isi berbeda, namun kedua prasasti tersebut mengandung
maksud yang sama yakni memberikan pesan kepada para mahasiswa universitas Hasanuddin.
Kedua prasasti tersebut menggunakan aksara latin modern, hal ini karena
prasasti ini ditulis pada tahun 2006 dimana, masyarakat Indonesia lebih
mengerti jenis aksara ini. Prasasti tersebut juga mengunakan bahasa Indonesia
sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia yang bisa dimengerti oleh seluruh
mahasiswa universitas Hasanuddin yang merupakan mayoritas dari mahasiswa Unhas.
Prasasti
yang pertama yakni prasasti yang ditandatangani oleh presiden Indonesia Susilo
Bambang Yudhoyono pada tanggal 23 April 2006, sehingga dapat diketahui bahwa
pada tanggal tersebut SBY, panggilan akrabnya pernah mengunjungi Universitas
Hasanuddin.
Prasasti tersebut berisikan sebagai berikut :
“Selamatkan
Lingkungan kita
Selamatkan
Negara Kita
Selamatkan masa
depan kita”
Dari
isi prasasti tersebut dapat ditarik kesimpulan, bahwa maksud dari kedatangan presiden
Susilo Bambang Yudhoyono saat itu salah satunya untuk menyemangati dan
memberikan pesan kepada mahasiswa universitas Hasanuddin untuk lebih semangat
belajar demi kemajuan masa depan dan
kemajuan bangsa kita.
Prasasti
yang kedua ditanda tangani oleh Jusuf Kalla pada tanggal 10 Oktober 2006. Sama dengan prasasti
sebelumnya, prasasti ini juga membuktikan bahwa Jusuf Kalla yang pada masa itu
menjabat sebagai wakil presiden, juga pernah mengunjungi Kampus Unhas, yang
dimana, walaupun kita tahu bahwa beliau adalah alumnus dari universitas
Hasanuddin. Namun, kedatangannya pada tanggal tersebut bukan sebagai mahasiswa
lagi, tetapi sebagai wakil presiden yang datang untuk memberi pesan kepada para
penerusnya. Hal ini terbukti dari isi prasasti sebagai berikut :
“Maju Dengan Ilmu”
Sama
halnya dengan kedatangan Bapak Presiden, salah satu maksud kedatangan Bapak
Yusuf Kalla juga untuk memberikan pesan yang bermanfaat untuk para mahasiswa.
Pada
bagian atas prasasti terdapat lambang Unhas, yang menjelaskan bahwa prasasti
tersebut ditulis di Unhas, segala pesan yang terkandung dikedua prasasti
dikhususkan untuk masyarakat universitas Hasanuddin. Walaupun demikian, pesan tersebut juga bisa berguna untuk semua orang.
Karena
perbedaan tanggal penandatanganan prasasti juga dapat diketahui bahwa
kedatangan kedua tokoh besar tesebut tidak bersamaan. Dimana, Susilo Bambang
Yudhoyono datang pada bulan April 2006, sedangkan Jusuf Kalla datang beberapa
bulan setelah kedatangan Susilo Bambang Yudhoyono.
Kedua
prasasti tersebut diletakkan berdampingan karena pada masa tersebut, keduanya
adalah pasangan presiden dan wakil Presiden Indonesia.
Tulisan
pada kedua prasasti tersebut dilapisi dengan tinta berwana kuning emas, hal ini
disebabkan karena bagi masyarakat sulsel, warna kuning emas melambangkan
keberuntungan. Selain itu, kuning juga bisa dimaknai sebagai ketegasan,
sehingga para pembaca prasasti tersebut juga diharapkan bisa tegas dalam
menjalankan apa yang dipesankan dalam prasasti tersebut ataupun tegas dalam
keyakinan untuk kemajuan diri, bangsa dan negara
D. Bahan
dan Bentuk Prasasti
Kedua
prasasti terbuat dari batu yang berbentuk besar, hal ini tidak perlu diherankan
karena banyak daerah di Sulawesi Selatan yang memiliki banyak batu besar.
Misalnya di daerah Malino, Gowa. Jadi bisa disimpulkan batu besar yang dibuat
sebagai batu prasasti diperoleh dari daerah sekitar kota Makassar.
Kedua
prasasti tersebut memiliki ukuran yang sama dengan lebar 188 cm dan tinggi 96 cm. Selain ukuran yang sama, bentuk lekukan
dari kedua prasasti juga menunjukan bentuk yang sama, sehingga dapat kami
simpulkan kedua batu prasasti tersebut adalah sebuah batu besar yang dibelah
menjadi dua. Hal ini mebuktikan bahwa di tahun 2006 teknologi pemotongan batu
besar yang memiliki harga yang sangat tinggi tersebut telah ada dan telah
dimanfaatkan oleh pihak universitas Hasanuddin, yang kemudian hasil belahan
dari kedua batu tersebut di atasnya dihaluskan dengan semen.
Dari
pengamatan kami, batu tersebut ditulis ketika semen masih basah sehingga penulisan
akan lebih muda dilakukan, hal ini menunjukan pelapisan semen pada batu
dilakukan beberapa menit sebelum presiden atau wakil presiden datang, sehingga
semen pada batu tersebut masih basah.
Selain
iu, lambang Unhas pada bagian atas prasasti dituliskan dengan menguanakan alat
cetakan yang berbentuk lambang Unhas.
Dari
kedua batu tersebut yang dibelah menjadi dua, dapat di pastikan bahwa
kedatangan wakil presiden Jusuf Kalla pun juga sudah direncanakan bahkan
sebelum presiden Susilo Bambang Yudhiyono datang, karena telah disiapkan dua
batu yang akan ditulis oleh kedua orang terpenting di Indonsia pada masa itu.
Kedua prasasti
tersebut diletakan pada batu yang berbentuk menyerupai mangkok yang panjang ke atas.
Diperkirakan batu tersebut terbuat dari semen, karena bentuknya dan
kehalusannya terlihat seperti batu hasil buatan.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar